CategoryWisata

3 Makanan Unik Khas Malang

Berkunjung ke Malang tidak ada salahnya anda mencoba berbagai menu unik yang ada di Malang ada yang memiliki tempat makan unik ada pula yang memiliki menu unik berbagai macam keunikan dapat anda temui ketika berkunjung ke Malang dengan sewa mobil di Malang bermacam macam hal unik yang ada di Malang :

  1. Rumah Sosis
    Bagi anda yang berkunjung ke Malang dengan sewa mobil di Malang anda dapat mengunjungi rumah makan satu ini, Rumah Sosis, Rumah makan satu ini memiliki bahan olahan utama yaitu sosis dengan penyajian dan citarasa yang khas. Menu yang terdapat di tempat ini antara lain Soup,Grilled Steak,Main Course Sausage, Salad, Pasta dan Omellette, semuanya dibuat dengan komposisi utama berbahan sosis seai dengan nama rumah makan ini. Untuk harga di Rumah Sosis ini berada dikasaran harga Rp.8.000,- hingga sampai dengan Rp.70.000,- selain untuk kuliner Rumah Sosis menyediakan varian sosis yang bisa di bawa pulang
  2. Jungle Fast Food Resto
    Anda ingin merasakan sensasi makan dengan interior bergaya hutan rimba ditemani makan langsung dengan beberapa hewan liar yang berada di secret Zoo terutama Leopard dan Cheetah dapat menjadi pengalaman baru yang anda dapatkan ketika berkuliner di Jungle Fast Food Resto.tidak perlu khawatir hewan tersebut akan memangsa anda karena tempat anda di jamin keselamatanya dengan dibatasi kaca yang tebal untuk pembatas pengunjung melakukan interasi dengan hewan. Untuk masakan restoran bermacam macam dari tradisional,chinnese hingga westen.untuk anda wisatawanyang ingin berkunjung ke Lokasi ini dengan sewa mobil di Malang, lokasi ini masih satu tempat dengan Jatim Park 2.
  3. Burger Buto
    Hal yang unik lainnya ada di Kedai 27 salah satu menu dari kedai ini adalah Burger Buto, Burger berukuran besar berdiameter 30 cm ini menjadi menu favorit para konsumen karena ukuran super besar cukup untuk 3 sampai 4 orang menu lainnya selain burger buto adalah burger buto long memiliki rupa seperti hotdog namun memiliki panjang dengan panjang 40 cm dan lebar 15 cm jika anda wisatawan yang datang ke Malang dengan sewa mobil Malang anda dapat mengunjungi kedai 27 di Jl.Sarangan 27.

Alun-Alun Kota Batu,Tak Pernah Sepi Pengunjung

Siapa yang tak tau dengan Alun-alun Kota Batu,setiap pengunjung yang datang ke Malang pasti akan mampir ke Alun-alun Kota Batu ini dengan sewa mobil di Malang sebagai alat transportasi ini, Alun – alun yang diidamkan banyak kota di indonesia ini memiliki banyak fasilitas dan spot foto yang hits bagi kaum millenial atau anak muda zaman sekarang.

Fasilitas dari Alun-Alun batu antara lain playground bagi anak-anak ada juga ruang informasi yang berbentuk unik seperti buah stroberi,ada pula toilet yang berbentuk lucu menyerupai buah apel, namun ada satu lagi fasilitas yang paling ikonik di Alun-alun Kota Batu adalah bianglala, karena satu satunya di Indonesia alun-alun yang memiliki wahana bianglala permanen. Wisatawan pada malam hari dapat melihat pemandangan kota batu dari bianglala yang memiliki 17 kabin ini untuk diabadikan gambarnya.

Alun-alun Kota Batu tidak ada biaya masuk,namun dikenakan biaya parkir kendaraan anda yang bisa sewa mobil di Malang dan juga biaya tambahan bagi anda yang ingin menaiki biyanglala anda cukup membayar Rp.5.000 saja anda sudah dapat melihat pemandangan Kota Batu malam hari dari atas biyanglala.selain itu, juga ada pertunjukan dari warga sekitar seperti cosplay hantu kita dapat berfoto dan membayar seikhlasnya saja.spot tempat duduk juga nyaman ada yang menghadap biyanglala ada juga yang menghadap ke air mancur yang ada di Alun-alun Kota Batu.

Disekitar Alun-alun Kota Batu juga tidak kalah menarik,ketika malam tiba dipastikan kendaraan anda yang sewa mobil Malang tidak dapat melewati jalan dikarenakan penuh dengan orang berjualan jajanan yang murah pas dikantong, dari makanan ringan hingga makanan berat tersedia di pinggir Alun-alun Kota Batu. Selain itu ada jajanan ketan nama warungnya Ketan Legenda,warung ini tidak pernah sepi dari pelanggan yang ingin menikmati ketan yang diberi berbagai macam topping ini, dan yang pasti harganya murah meriah dari harga Rp.5.000,- saja.disana juga ada pasar yang isinya jajanan berbagai macam makanan ringan dan makanan berat surga dunia bagi anda pecinta kuliner dan jajanan.

5 Alasan Kenapa Perusahaan Menggunakan Rental Mobil Malang

Sekarang ini tidak bisa dipungkiri kalau Indonesia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, terutama di beberapa kota besar yang anda di Indonesia. Pertumbuhan bisnis di Indonesia tidak lain di sebabkan oleh banyaknya bisnis yang baru mulai atau biasa disebut dengan start up di berbagai bidang. Banyaknya perusahaan start up yang memulai dengan bermodalkan konsep yang matang namun modal uang yang seadanya, membuat mereka mencari jalan alternatif dalam investasi kendaraan perusahan. Untuk meminimalisir modal yang mereka persiapkan banyak perusahaan yang menggunakan jasa rental kendaraan. Selain meminimalisir modal, ada banyak alasan mengapa merental mobil lebih diminati oleh perusahaan, yaitu :

  • Fleksibilitas
    Dengan sewa jangka panjang bisnis Anda tidak terikat komitmen jangka waktu tertentu. Kendaraan dapat diakses selama diperlukan. bisnis Anda hanya akan membayar untuk apa yang digunakan
  • Memperkecil pengeluaran
    Salah satu manfaat utama dari rental mobil Malang jangka panjang adalah bahwa perusahaan Anda dapat sumber kendaraan tanpa memperoleh utang.
  • Kenyamanan
    Jangka panjang rental mobil Malang akan membantu anda untuk memaksimalkan investasi anda, karena anda hanya akan membayar untuk apa kebutuhan perusahaan anda.
  • Usia Armada
    Dengan sewa jangka panjang, bisnis Anda akan mendapatkan keuntungan dari model spesifikasi baru dan tinggi yang menawarkan teknologi yang efisien bahan bakar terbaru.
  • Mempermudah Perusahaan
    Perusahaan rental mobil Malang seperti Nahwa Travel, selalu memberikan pelayanan terbaik. Mobil yang di sediakan selalu dalam kondisi terbaik, jadi anda cukup menggunakannya, tidak perlu ada biaya service kendaraan, dan assuransi kendaraan seperti perusahaan yang memiliki kendaraan akomodasi.

Salah satu perusahaan rental mobil terutama di Malang yang terkenal adalah Nahwa Travel. Mengapa kalian harus memilih Nahwa travel untuk sewa mobil Malang ? Nahwa travel memiliki alasannya yaitu sopir yang ramah, kedatangan sopir tepat waktu, armada yang terbaru dijamin bersih dan wangi, telah teruji dan berpengalaman. Segera hubungi via call / SMS Center pada kontak Nahwa travel yaitu Telkomsel: 0853-691-99944, Indosat: 0856-555-00862, Whatsapp: 0853-691-99944, BBM: 56B4605E.

Wisata Bandung Melihat Bintang

Wisata Bandung – Melihat bintang dan memandangi langit adalah suatu hal yang menyenangkan. Banyak orang mendongakkan kepala ke langit untuk sekedar melihat kilau cahaya bintang. Namun, dengan teropong bintang di Bosscha Bandung, semua benda langit terlihat jelas dan nyata. Untuk menikmati hal ini, Anda dapat ke Bandung, tepatnya di daerah Lembang. Tempat wisata ini cocok dikunjungi oleh anak-anak yang penasaran dengan apa yang ada di langit. Biasanya pada musim liburan sekolah, observatorium bosscha ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam Bandung maupun luar Bandung. Pelajaran mengenai tata surya di sekolah juga akan menjadi lebih dipahami oleh siswa bila berkunjung ke wisata ini. Tiket untuk masuk dan menjajal teropong bintang pun sangat murah.

Lokasi wisata Bandung ini hanya sekitar 15 KM dari bagian barat kota Bandung. Tidak terlalu jauh untuk menuju kesana menggunakan berbagai macam moda kendaraan. Luas observatorium ini mencapai 6 hektar. Hawa sejuk akan dirasakan ketika berda di tempat tersebut sebab berada di ketinggian 1.300 mdpl. Panorama di daerah observatorium sangat indah, cocok untuk melepaskan penat dan menghibur diri. Dulunya observatorium bosscha ini memiliki nama bosscha sterrenwacht. Menggunakan bahasa Belanda sebab lokasi observatorium ini dulunya adalah mega proyek yang di bangun oleh pemerintah negeri Belanda dalam organisasi perhimpunan bintang hindia Belanda. Dibangun dari tahun 1923 dan selesai pada tahun 1928.

Tujuan didirikannya wisata Bandung observatorium bosscha ini adalah untuk mengetahu dan memahami tentang bahwa di angkasa, gugusan bintang membentuk sebuah sistem baru yang satu sama lain saling terikat. Para ilmuan yang ada di Hindia Belanda tak merasa cukup bila meneliti hanya dari teori dan perkembangan dari barat saja, mereka ingin secara langsung meneliti di tempat mereka berada, yakni di Lembang, Bandung. Observatorium ini kemudian pengelolaannya saat ini dipegang oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, tetap saja tempat ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh berkunjung ke tempat ini untuk melihat langit dari kejauhan.

Please, Stop Minta Oleh-oleh Temen Kamu yang Lagi Traveling! 7 Alasan Ini Semoga Menyadarkanmu

Jadi, apakah kamu tipikal orang yang suka meminta oleh-oleh pada temanmu ketika mereka traveling? Think again yuk. Sekarang, coba kamu posisikan diri pada posisinya, ya posisi kawanmu yang pergi melancong itu.

Nanti, pada akhirnya kita akan sampai pada kesimpulan bahwa kebiasaan burukmu meminta oleh-oleh itu patut diihilangkan. Hah? Kebiasaan buruk? Seenaknya aja ngatain orang! Sabar, disini kita bakal breakdown satu-satu mengenai apa yang salah dari seorang-yang-ngakunya-kawan-menitip-cindera-mata-pada-kawannya-yang-sedang-berpelesir. Kamu nitip oleh-oleh sambil ngasih duit aja masih salah lho, apalagi nggak ngasih duit alias cuma berharap si kawanmu itu menyisihkan waktu dan materi buat menuhin permintaanmu itu. Aduh Gusti!

Nggak ada orang jahat yang ngaku jahat, pun nggak ada orang baik yang nyebut dirinya baik. Dan, nggak ada orang yang beneran temen meminta pengakuan pada si temen.

kamu siapa berani amat nge-dikte aku??

kamu siapa berani amat nge-dikte aku?? via cached.imagescaler.hbpl.co.uk

Nggak ada yang lebih ngeselin dibanding ketika ada satu atau bahkan beberapa temanmu-yang-nggak-akrab-akrab-banget-tetiba-sok-akrab-pas-kamu-mau-berangkat-traveling-buat-minta-oleh-oleh-ini-itu. Kalian beneran nggak sungkan nih? Demi apa???

Ya emang sih, kebiasaan ini tuh Indonesia banget. Jadilah tipikal orang Indonesia yang lekat dengan oleh-oleh memang susah dihilangkan. Bepergian tanpa membawa pulang oleh-oleh pun seakan sudah mendarah daging jadi kultur masyarakat kita. Makanya, yuk mari pelan-pelan kamu-kamu sekalian harus diubah pola pikirnya mengenai oleh-oleh tadi. Kalau kamu bisa memposisikan diri sebagai traveler juga, kamu pasti paham kenapa kamu dilarang meminta oleh-oleh pada mereka.

Kamu sudah tahu di poin pertama ini apa yang salah? Kebiasaan mendiktemu itu yang salah. Kamu mau didikte? Bukan anak kecil lagi toh? Yaudah, sama. Kalau kamu memang teman dekatnya, kalau kamu memang sahabatnya, percayalah, mereka pasti memberimu “jatah” oleh-oleh tanpa kamu mendikte atau bahkan mengemis padanya? Pikirin lagi.

Orang traveling itu pake duit, apalagi kalau ke luar negeri. Kamu tega bikin dia miskin gara-gara kamu titipin ini itu?

kalau mahal gini mending buat aku sendiri aja ah

kalau mahal gini mending buat aku sendiri aja ah via sg1.clozette.it

Oleh-oleh dibeli bukan pakai daun kan? Pernah mikir gini nggak, temenmu itu kerja keras selama ini nabung buat biayain perjalanan impiannya itu. Selama bertahun-tahun. Mereka pun bakal menghemat budget seminimal mungkin untuk melakoni misi travelingnya itu. Bukan nggak mungkin kan kalau mereka nggak punya uang lebih untuk membeli oleh-oleh pesanan kamu?

Biasanya sebelum traveling, para traveler itu sudah punya itinerary plus anggaran dana terkait apa-apa aja yang kudu dia bayar nantinya. Kenang-kenangan buat diri sendiri aja biasanya dia nggak mikir, selain pengalaman itu sendiri, lha kok disuruh mikirin oleh oleh buat kamu. Kamu kira murah hah? Apalagi kalau di kurs kan dengan dollar. Sudah mulai mikir?

Selain duit pas-pasan buat hidup sementara di kota / negara orang, kalau kalian minta oleh-oleh dan ternyata over luggage siapa yang mau bayar?

ini kaga cukup kampret

ini kaga cukup ndul via studyinuk.universiablogs.net

Begini nih, jangan pernah salahkan teman kamu ketika pada akhirnya mereka selalu diam-diam saat melakukan perjalanan. Kenapa? Cuma satu alasan, mereka malas ditagih oleh-oleh kanan kiri yang buat mereka ya nggak penting sama sekali. Kualitas pertemanan nggak bisa dinilai dari oleh-oleh yang dia bawa kan? Kalau kamu mikir gitu ya dangkal banget. Lalu, kalau nggak dibagi oleh-olehnya, dia dibilang pelitlah, itulah. Padahal daftar permintaan oleh-oleh mereka udah sepanjang jalan kenangan. Hiks!

Nah, kalau yang ini terjadi pada kasus bepergian dengan pesawat terbang dimana setiap penumpang hanya mendapatkan free bagasi antara 20-30 kg (tergantung maskapai/kelas penumpang). Jadi? Sudah kepikiran merepotkannya bagian mana kan? Tentu saja ketika gara-gara oleh-oleh yang kamu pinta itu jadi menambah beban biaya tambahan yang harus dibayar temanmu. Mereka saja lho belain-belain buat bawa barang sedikit mungkin agar muat masuk ke kabin. Masa kamu tega mereka memesan bagasi hanya demi oleh-olehmu?

Selain butuh duit, cari oleh-oleh itu butuh waktu. Yakali dia pengangguran dan bisa seenaknya ngabisin waktu di destinasi travelingnya itu

lu kira waktu gue banyak ha?

lu kira waktu gue banyak ha? via www.buybymom.com

Temenmu masih kuliah? Atau malah sudah kerja? Sempet mikir kalau ternyata dia memiliki waktu yang terbatas demi mencari oleh-oleh yang seenaknya kamu minta? Cari oleh-oleh itu sama sekali nggak gampang lho, nggak ngasal, nggak sebentar. Waktu, itu sesuatu yang krusial dan jarang dimiliki apalagi oleh mereka yang tipe backpacker. Nitip oleh-oleh sama juga dengan menghabiskan waktu traveling mereka hanya untuk mencari pesanan kamu. Malas, kan?

Mereka sudah pasti tahu harus meninggalkan destinasinya itu. Apalagi yang kerja, cutinya pasti terbatas. Dan dengan waktu singkat yang mereka miliki itu, mereka juga sudah miliki agenda tersendiri mau dibawa kemana aja sepasang kakinya. Menurut mereka, pengalaman mereka melihat dunia teramat jauh lebih berharga dibanding ngebuang waktu memilah oleh-oleh buat kamu.

Kalau kamu BERHASIL dapetin oleh-oleh dari mereka, dirimu nggak bakal termotivasi buat pergi ke kota/negara yang sudah dijujug temanmu tadi. Yang rugi siapa?

masih minat pergi kesana?

masih minat pergi kesana? via blogs.als.net

Awalnya bisa jadi kamu pengen ikut temenmu pergi ke Makassar, pengen nyobain coto Makassar dan sop konro langsung di tempatnya. Tapi, berhubung ada masalah keuangan atau kendala waktu yang bener-bener nggak bisa luang, kamu pun harus rela ditinggal kawanmu untuk duluan traveling kesana. Karena kamunya pengen banget, kamu pun nitip oleh-oleh ke kawanmu tadi. Minyak tawon, sirup markisa, kopi Toraja semuanya kamu request.

Karena kebetulan temenmu itu tadi berduit dan sayang sama kamu (ciyeee sayang -.-), dia pun berbaik hati membawakan “pesananmu” yang banyak banget itu. Alhasil apa? Karena kamu sudah kenyang dengan segala cerita pengalamannya, ditambah sudah banyak tahu tentang oleh-olehnya, kamu nggak bakal punya keinginan untuk mengunjungi tempat tersebut lagi. Motivasi kamu langsung hilang seketika untuk mengikuti jejak temanmu yang sudah kesana. Kamu sudah cukup puas dibawakan kopi Toraja, dan lain-lainnya tadi. Kamu bahkan nggak ingat nabung untuk bisa pergi kesana. Kasian ya, kamu!

Esensi dari traveling sejatinya apa sih? Bukan sekadar belanja wahai anak manusia~~~

banyak yang lebih penting dari sekadar foto dan belanja

banyak yang lebih penting dari sekadar foto dan belanja via i.huffpost.com

Traveling itu nggak hanya sekadar foto-foto dan belanja di tempat wisata,bukan pula hanya ke luar negeri atau ke kota besar yang banyak mallnya. Karena yang namanya traveling, jauh lebih dari itu. Buat mereka, para traveler itu, yang seringkali lebih penting ialah perjalanan itu sendiri, bukan destinasi tujuan mereka. Sebab, buat mereka proses jauh lebih penting daripada hasil. Pengalaman dan suka-duka dalam perjalanan itu jauh lebih bermakna dibanding oleh-oleh itu sendiri.

Mereka yang sering traveling, juga sering dituduh sebagai seorang yang tajir, yang kerjanya jalan-jalan melulu. Padahal, bisa jadi traveling memang tujuan hidup mereka, prioritas mereka. Mereka rela ngirit buat makan dan nggak pernah belanja baju, tas dan lain-lainnya demi nabung buat traveling. Dan saat traveling, tujuan mereka pun tak hanya untuk bersenang-senang. Itu yang harus kamu garis bawahi. Ada yang bepergian karena memang harus. Sejenak meninggalkan rutinitas dan butuh pembaharuan. Ingin menenangkan pikiran sejenak dari rutinitas mereka yang menjenuhkan. Oleh-oleh hanya sekedar bonus dari kegiatan travelling. Bahkan ada juga kan yang harus bepergian demi urusan bisnis atau urusan keluarga? Nggak lucu kan kamu minta oleh-oleh pada temanmu sementara dia berkabung karena neneknya yang di kota lain tiada? *sigh*

Terakhir, pahamilah jika sejatinya mereka pun memiliki kebutuhan.

mereka punya what to do list juga

mereka punya what to do list juga via qph.is.quoracdn.net

Tiap orang itu punya kebutuhan, yang nggak selalu diketahui seseorang yang lainnya. Pun begitu dengan kawanmu, mereka butuh untuk membelanjakan uangnya. Terutama kebutuhan yang penting-penting. Setelah itu memikirkan orang terdekat, seperti keluarga misalnya. Baru memikirkan orang lain. Skala prioritas tahu kan? Nah, kalau oleh-olehnya nggak cukup gimana? Kamu kecewa pastinya. Itu sebabnya nggak usah berharap oleh-oleh dari temanmu, ya. Bikin penyakit hatimu nambah entar, yang dosa kamu. Jangan…

Lagipula nih ya, selain pengalaman, keselamatan yang mereka peroleh juga jauh lebih berharga dibanding oleh-oleh yang dibawa. Setuju kan? Adakah sesuatu yang lebih membahagiakan dibanding melihat temanmu pulang dengan selamat usai traveling? Kalau kamu nggak setuju, kamu yang kudunya mikir kamu ini teman macam apa -_-

Hal-hal yang seru seperti itinerary, rute dan berbagai tempat tujuan tentu akan menambah wawasanmu soal satu daerah. Dan jadi bekal berharga kala kamu memutuskan mengikuti jejak mereka untuk menjelajah daerah itu. Pengalaman mereka akan menjadi sesuatu yang berharga dan abadi karena bermanfaat bagi orang lain. Oleh-oleh bisa hilang dan rusak, pengalaman tidak.

Jadi, masih mau ngerepotin temenmu yang lagi traveling?